Salah satu sisi Warung Hub. doc./Tim Warung Hub

Articles,Events,From Us,Review

Warung Hub, Warung Untuk Masyarakat yang Madani

15 Oct , 2016  

 

Pada Sabtu 1 Oktober 2016, Indonesialand telah mengumumkan satu pemenang utama dari sayembara yang telah diselenggarakan, pemenang tersebut adalah tim yang berasal dari Universitas Katolik Parahyangan dengan 5 orang anggota, yaitu Evan Adi Wijaya, Andi Raihan, Rama Dwiwahyu, Faisal Isfan, dan Idna Fathur. Pada sayembara tersebut, tim pemenang ini membuat bangunan dengan fungsi warung, yang mereka beri nama Warung Hub, dengan pemilihan lokasi Kampung Kayu Ambon di Lembang.

Berangkat dari kegelisahan mereka mengenai keadaan perkampungan di Indonesia yang semakin tergeser dengan pembangunan-pembangunan bermodal besar, dan masyarakat kampung yang kini tidak menikmati tanahnya sendiri, Evan dkk menawarkan satu konsep dimana masyarakat kampong bisa bertahan dari pembangunan tersebut dengan cara diberdayakan secara kreatifitasnya.

Mereka melihat potensi yang dimiliki oleh warung, dan berpikir bahwa dengan warung masyarakat dapat diberdayakan kreatifitasnya. “kami melihat potensi bahwa warung tuh suatu platform dimana selalu terjadi interaksi disana, semua umur bisa bekumpul disana, dan itu bisa jadi suatu potensi dimana terjadi pertukaran pikiran secara progresif,” tutur Evan ketika diwawancara selepas pengumuman

Andi Raihan (Anrai) pun turut menjelaskan bahwa pada intinya Warung Hub ini menjadi semacam filter bagi masyarakat untuk menghadapi intervensi global. “Jadi gimana caranya untuk mereka menjadi masyarakat yang yang madani,” tuturnya. Anrai pun mengatakan bahwa keberadaan Warung Hub ini membutuhkan semangat dari masyarakat kampungnya itu sendiri “kita cuma bangkitin doang semangat dari masyarakatnya. Selanjutnya itu menyesuaikan masyarakatnya itu sendiri,” lengkapnya

Disamping fungsi Utama sebagai Warung, rancangan ini juga memiliki fungsi lain untuk perkembangannya, seperti perpustakaan, urban farming, dan ruang workshop yang dirancang agar masyarakat kampong tersebut siap secara mental, bisa membangun sendiri fasilitas yang bisa membuat mereka produktif “jadi mereka juga cinta terhadap lingkungannya, cinta terhadap produknya, cinta terhadap lingkungan masyaraikatnya juga,” tuturnya Evan ketika ditanya mengenai pengembangan Warung Hub

Evan juga menjelaskan bahwa Warung Hub juga dirancang untuk membuat masyarakat kampong tersebut menjadi kritis, dan memiliki kesadaran akan lingkungan dan kesadaran sosial, dengan dibimbing dan dibina oleh komunitas-komunitas yang memiliki concern pada isu social, “dengan adanya itu mereka bisa membangun sendiri bangunan-bangunan fasilitas,” Jelasnya

Tim Warung Hub ini menjadi pemenang utama dalam sayembara Indonesialand setelah berhasil mengalahkan 4 tim lainnya yang termasuk dalam 5 karya terbaik. 5 besar karya mahasiswa tersebut sebelumnya telah dipilih dan berhak dipamerkan bersama karya 29 arsitek baik firma maupun instansi pendidikan  selama 1 bulan dari 2 september 2016-2 Oktober 2016 dalam pameran Indonesialand yang bertempat di Selasar Sunaryo Art & Spaces.

Klik juga: “INDONESIALAND, PAMERAN EXPERIMENTAL DENGAN KATA KEBUDAYAAN”

, , , , , , , , ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *