IMG_1942

Contributors

Rumah Asuh Memanggil

29 Mar , 2016  

IMG_0949 Rumah Asuh Memanggil merupakan sebuah kegiatan yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Tradisi bekerjasama dengan Yayasan Rumah Asuh untuk menunjang proses revitalisasi desa adat yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Secara teknis, program revitalisasi desa adat sendiri hanya membantu pendanaan selama pembangunan, sedangkan yang merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa adalah masyarakat desa tersebut sendiri. Peran mahasiswa yang ikut serta adalah membuat dokumentasi dan laporan proses pembangunan fisik maupun kegiatan adat yang dilakukan di desa tujuan. Terdapat total 12 mahasiswa tersaring dari seluruh peminat dalam skala nasional yang ikut serta dimulai dari bulan November 2015 hingga April 2016. Teknis pelaksanaan kunjungan dilakukan selama satu minggu pada setiap bulan kunjungan. Total terdapat lima hingga enam kali kunjungan yang dapat dilakukan mahasiswa berdasarkan kesepakatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran mengenai arsitektur nusantara dan menambah kepekaan mahasiswa terhadap identitas bangsa Indonesia. Dalam kegiatan ini terdapat dua anggota Arsitektur Hijau yang ikut serta menjadi volunteer yaitu Al Nurul Gheulia dan Amirul Farras dari angkatan Candaka Bagaspati. Mereka ditugaskan untuk membuat dokumentasi proses revitalisasi Huta Sigurgur 2, Dusun Situngkir 1, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Selama proses di lokasi, mereka berkoordinasi dan tinggal bersama dengan masyarakat dusun setempat. Proses revitalisasi yang direncanakan adalah pembangunan satu Jabu Bolon (rumah adat), Sopo (lumbung padi), dan bangunan penunjang lainnya seperti MCK serta gapura.

IMG_1090

Huta merupakan kumpulan rumah adat yangtersusun secara linear dan dibangun berdasarkan hubungan keluarga,serta memiliki batas wilayah yang jelas. Sebuah Huta juga dapat memiliki Sopo tergantung dari kemampuan ekonomi penghuninya. Pada Huta Sigurgur 2 sendiri hanya terdapat dua massa bangunan rumah sampai sebelum kegiatan revitalisasi ini dimulai. Angka tersebut tidak dapat diartikan mnimal mengingat rata-rata jumlah rumah pada sebuah Huta berada pada kisaran 4-10 rumah. Selain tatanan, jenis, dan jumlah bangunan, bangunan rumah pada Huta di Pulau Samosir selalu membelakangi arah Danau Toba dan menghadap kea rah bukit di dalam pulau. Jabu Bolon memiliki bentuk atap pelana dengan puncak muka atap yang condong ke depan maupun belakang, serta lengkungan kebawah pada bubungan atapnya. Bentuk atap ini merupakan salah satu yang terkenal dan mewakili ciri arsitektur Indonesia. Selain bentuk atap, dinding yang miring pada keempat sisi Jabu Bolon juga memiliki teknik konstruksi yang unik. Dinding tersebut saling mengikat antar bidang dinding satu sama lain dan digantung pada balok dinding atas (tidak menumpu ke arah bawah). Pada bagian pondasi, ketinggian pondasi yang hampir setinggi manusia dimanfaatkan sebagai kandang kerbau maupun binatang ternak lainnya. Hal menarik lainnya adalah ternyata bangunan utama yang dikenal oleh masyarakat Batak adalah Sopo sedangkan Jabu merupakan pengembangan dari lumbung padi tersebut menjadi rumah tinggal.
IMG_1942

 

By Amirul Farras & Al Nurul

,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *