Salah satu gambar salah satu bangunan Soejoedi yang diambil dari scene video dokumenter sang maestro,.

Articles,Review

Resensi Film Dokumenter Maestro Indonesia – Soejoedi Wirjoatmodjo

23 Oct , 2016  

 

Soejodi adalah salah satu arsitek terpenting dalam dunia arsitektur Indonesia, Itu adalah statement yang terucap dalam film dokumenter Maestro Indonesia edisi Soejoedi Wirjoatmodjo, yang diucapkan oleh pembawa acaranya Nicholas Saputra dengan gaya seperti moderator antara narasumber dengan para penontonnya. Film dokumenter berdurasi 14 menit ini digarap oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, menceritakan sejarah soejoedi melalui pendekatan historis dengan mewawancara pemerhati arsitektur, kerabat, dan keluarga soejoedi sendiri.

Film yang diunggah di Youtube ini menarik untuk ditonton karena mengulas dan mendalami perjalanan Soejoedi Wirjoatmodjo diranah arsitektur dan bagaimana sikap-sikap beliau dalam merancang khususnya dengan konteks Indonesia. Menurut Budi A. Sukada selaku penulis buku “Membuka Selubung Cakrawala Soejoedi” menjelaskan bahwa beliau adalalah salah satu arsitek Indonesia yang mencoba memperbaharui wacana arsitektur Indonesia menjadi “arsitektur modern Indonesia”. Salah satu karyanya yang diulas dalam Film dokumenter  ini adalah gedung MPR-DPR di Senayan.

Tidak berhenti pada satu narasumber, Nicholas Saputra selaku host dalam Film dokumenter tersebut juga bertemu dengan Yori Antar Awal dan membahas mengenai gaya/karakter arsitektur Soejoedi seperti functionalism, monumentalism, dan adanya naungan atau permainan pembayangan sebagai konsekuensi sebagai sikap terhadap iklim, dengan karya-karyanya antara lain Gedung Sekretariat ASEAN, Gedung Kementrian Perhubungan dan Gedung KBRI Beogard.

Kemudian Nicholas Saputra juga bertemu dengan salah satu tokoh penting arsitektur Indonesia yaitu Dr. Ir. Bianpoen yang pernah berinteraksi langsung dengan Soejoedi, dan juga merupakan teman sekolah Soejoedi sewaktu mengenyam pendidikan di Berlin. Bianpoen menuturkan bahwa Soejoedi merupakan seorang yang nasionalistis dan sangat mencinta tanah air. “Kita banyak belajar mengenai arsitektur Indonesia dari Soejoedi,” ujar Bianpoen

Kepekaan menangkap kecenderungan alam, lingkungan, dan iklim untuk mencipta sebuah karya besar adalah kesan yang ditangkap dari karya Soejoedi, itulah yang membuatnya menghasilkan satu karya yang modern namun dengan rasa “Indonesia” yang kental. Kemudian Tim Maestro Indonesia pergi menyambangi The Katamama hotel di Bali untuk menemui Andra Matin. Menurut Andra Matin karya Soejoedi telah mempengaruhi karyanya, salah satunya yaitu konsep Horizontalism yang diusung oleh Soejoedi, karena beliau melihat orang-orang Indonesia itu humble dan mengartikannya dengan sesuatu yang horizontal.

Disitu Andra Matin dan Nicholas Saputra juga membahas salah satu karya Soejoedi yaitu Gedung Manggala Wanabakti dan dijelaskan bagaimana hubungan bangunan dengan site disekelilingnya, penyikapannya seperti membuat gedung itu seolah-olah menjadi sebuah sculpture disebuah taman yang dilihat indah dari segala sisi menjadi sesuatu yang memiliki keunikan tersendiri dalam merancang karya Soejoedi.

Imelda Akmal selaku pengamat arsitektur Indonesia juga ikut ambil bagian menjadi narasumber dalam film dokumenter ini, menurutnya hingga saat ini belum ada satupun arsitek Indonesia yang bisa seperti Soejoedi, yang menjadi arsitek dengan karya yang menghasilkan arsitektur dengan identitas Indonesia dan dapat melahirkan sebuah karya yang monumental sifatnya. Imelda juga menjelaskan bahwa banyak poin-poin yang dapat diambil dari Soejoedi “dari etos kerja dia, kedisiplinannya, metode merancang, dan hasil yang diciptakannya, begitu banyak poin yang bisa kita ambil dari Soejoedi, dan itu seharusnya dilakukan oleh pendidikan arsitektur Indonesia saat ini” ujar Imelda Akmal

Sikap berkarya Soejodi juga dihadirkan lewat dokumentasi rumahnya yang berlokasi di Rawamangun, disamping beliau membuat karya-karya yang monumental, tetapi ia juga menghasilkan karya yang lebih kecil dan sederhana. Ada banyak tantangan arsitektur Indonesia masa kini dan dimasa mendatang, namun banyak pula warisan yang dapat dipelajari dan diresapi kembali dengan menengok karya, visi, dan etos kerja arsitek Soejoedi.

Dalam film dokumenter ini Budi A. Sukada mengatakan bahwa semua karya Soejoedi adalah yang terbaik untuk konteksnya masing-masing. Disetiap perancangannya, Soejodi selalu mendatangi tapaknya dan meresapi untuk menemukan apa yang diminta oleh tapak tersebut, dari situ beliau memberi jawaban lewat bangunan yang cocok, tanggap dan responsif dengan site dan juga lingkungannya. Soejoedi seorang arsitek dengan integritas dan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Selain sebagai peletak dasar arsitektur modern Indonesia, ia juga berhasil mengangkat nilai-nilai tradisi yang akan terus menginspirasi dan dikenang oleh Indonesia. Cinta Soejoedi untuk Indonesia mewarnai karya-karyanya.

In Memoriam Soejoedi Wirjoatmodjo (1928-1981)

 

ADITYA PUTERA GRAMMA

 

Link Video Dokumenter:

(JAYA 55) MAESTRO INDONESIA – SOEJOEDI WIRJOATMODJO

 

, , , , , , , ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *