2-muhjar fi

From Us,Interview

Muhjar: Perkembangan Arsitektur dan Dampaknya

15 Oct , 2015  

Pada tanggal 7 Oktober 2015, KOMMUNARS berkesempatan mewawancarai Muhjar ketua FIMA Jabar tahun jabatan 2015/2016. Pada kesempatan ini, KOMMUNARS memabahas tema perkembangan arsitektur dan dampaknya sendiri terhadap arsitek/ mahasiswa arsitektur dan konteks MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang turut mempengaruhi dunia arsitektur.

Q: Perkembangan arsitektur menuju arah positif atau negatif? Ada perubahan/stabil?

A: Dari pandangan saya dampak positif banyak, tapi masih banyak arsitek yang hanya memikirkan konteksnya masing-masing dan punya karakter masing-masing, karakter arsitektur indonesia masih belum terarah jadi masih harus banyak musyawarah untuk memajukan arsitektur nusantara. Sekarang jika ingin melihat arsitektur Indonesia dengan melihat sejarah dan sejarah sendiri adalah gambaran dari perkembangan negaranya. Mayoritas arsitek jaman sekarang menggunakan gaya atau style modern. Masih banyak ciri khas arsitektur lokal tapi tidak menonjol, seperti dijajah.

Q: Apakah arsitek sekarang mempunyai dinamika tersendiri (kembali ke tradisional/ maju ke post-modern) atau tetap stable pada gaya sekarang (modern)?

A: Ada yang berkeinginan melestarikan arsitektur tradisional, dan ada juga yang lebih tertarik pada arsitektur modern. Namun pada dasarnya hal ini dikarenakan antar arsitek saling berkompetisi satu sama lain. Jadi bukan masalah dinamika yang naik atau turun melainkan semua ini kembali lagi pada ideologi masing-masing arsiteknya. Pasar bebas juga menjadi pemicu para arsitek untuk mengusung ideologi mereka masing-masing. Contoh nyatanya sekarang di Indonesia sendiri, bentukan-bentukan bangunan modern yang melambangkan kekuasaan kapitalis. Seperti mau menjajah, namun tidak terlihat.

Q: Dalam konteks Arsitektur global, apakah dunia punya orientasi kecenderungan arsitektur tertentu seperti Renaisans atau Modern? Apakah itu menjadi positif atau negatif?

A: Ya ada kecenderungan seperti kita itu kan literaturnya banyak dari luar dan menjadi standar atau patokan kita dalam mendesain, tetapi dalam gaya arsitekturnya kita lebih banyak membangun konteks sendiri. Dalam arsitekturnya sendiri berkembang tapi ga sesuai konteks. Dalam hal ini cenderung positif.

Q:Dinamika nya, trendnya skrg2 kan green, dulu pernah minimalis. Sebenarnya ada trend ga sekarang?

A: Nggak ada sih

Q:Ingin membawa trend arsitektur itu kemana?

A:Saya sendiri lebih senang jika sesuai karakter bangsanya sendiri dan sesuai konteksnya sendiri. Karena dengan demikian, identitas bangsanya akan terlihat dan orang lain dengan mudah mengidentifikasi bahwa bangunan ini berasal dari Indonesia misalnya. Kalau bangunannya seperti kotak-kotak atau minimalis orang lain akan kebingungan seperti ini tuh sebenernya di negara Indonesia atau bukan.

Q:Dari trend2 tadi ada yg tidak disukai?

A:Kalau semua bangunan memakai cara parametrik-futuristik desain seperti Zaha Hadid, konteks tempatnya ilang dan ga ada simbol kultural.

Q:Sudah punya pedoman merancang yaitu tadi penekanannya di identitas. Punya visi agar bangunan punya identitas?

A: itu balik lagi ke kesadaran temen-temen sendiri. Bisa lebih dalam memahami teori arsitektur nusantara. Jgn sampe arsitektur luar yg lebih memahami

Text | HL

,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *