Teknopolis

Articles,From Us

City Planning: Bandung Teknopolis di Gedebage

1 Mar , 2016  

Rencana pembangunan kawasan pertumbuhan primer di Gedebage menjadi kota baru yang lebih maju dengan basis IT, atau   yang lebih dikenal dengan istilah Bandung Teknopolis, menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Teknopolis merupakan bahasa baru dan perbaikan dari rencana yang sudah dicanangkan oleh walikota Bandung sebelumnya, Dada Rosada, yang dinamai Pusat Primer Terpadu Gedebage. Istilah Teknopolis yang dipublikasikan pada tahun 2014 ini kemudian menuai kritik dari beberapa pihak. Sebelum itu, mari kita pahami dulu ambisi dan mimpi dari pemerintah kota Bandung serta Pak Walikota Ridwan Kamil.home-banner-masterplan

Konsep kota Teknopolis Gedebage yang diusung adalah teknologi di dalam sebuah kota. Kota Teknopolis Gedebage ini nantinya akan menjadi pusat teknologi dan informasi secara internasional. Kota ini hanya akan memuat perusahaan yang bergerak di bidang teknologi saja, sehingga terbangun atmosfir bekerja secara inovatif dan kreatif. Banyaknya perusahaan startup dan muda-mudi, serta lulusan akademis yang kini mampu merancang dan mengembangkan sistem operasi digital adalah yang ingin didukung oleh pemerintah kota Bandung melalui proyek ini, dengan menyediakan infrastruktur yang memadai. Diharapkan nantinya Indonesia bisa menjadi salah satu pusat riset teknologi. Lahan yang disediakan pemerintah kota untuk mewujudkan hal itu adalah seluas 800 hektar dari 979,3 Ha luas lahan di Gedebage. 60 persen lahan akan dibangun untuk pusat bisnis, sisanya menjadi perumahan serta ruang hijau.

Salah satu infrastruktur yang akan dibangun adalah kereta cepat dan monorel. Kereta cepat ini nantinya dapat menghubungkan Jakarta-Bandung dalam waktu 30 menit saja. Jalurnya berada di atas tol Cipularang, dan stasiunnya ada di Gedebage. Menurut Ridwan Kamil, dengan adanya kereta cepat dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi, dikarenakan adanya kemudahan akses aliran barang, orang, dan sebagainya, sehingga bisnis jadi lebih cepat dan bisa lebih banyak. Selain itu, dengan mewujudkan Bandung Teknopolis menurut Ridwan Kamil akan mencegah perkembangan Gedebage oleh developer menjadi kawasan perumahan.

Dampak lain yang diprediksikan terjadi tentunya adalah di bidang ekonomi, dimana diharapkan Bandung Teknopolis dapat menjadi lahan investasi terutama di bidang teknologi dan informasi serta dapat mengundang investor-investor asing. Founder dari Komunitas Aleut Bandung, Rizky Wirawan, mengkritisi pembangunan Bandung Teknopolis ini. Istilah smart dan creative city ini terkesan digunakan untuk menarik para investor. Takutnya, proyek ini hanya akan menguntungkan investor, dan warga Bandung hanya menjadi penonton. Manfaat langsung dari investor terhadap warga Bandung masih dipertanyakan. Dikhawatirkan pembangunan Bandung Teknopolis ini hanya menyentuh kalangan menengah ke atas saja. Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat (WALHI Jabar), Dadan Ramdan, dalam siaran pers WALHI Jabar juga mengatakan hal yang serupa, serta mengatakan bahwa penggusuran dan perampasan lahan nantinya akan terus merugikan dan memiskinkan warga.

Teknopolis

Keseimbangan dari sisi lingkungan dan sisi sosial dalam pembangunan Bandung Teknopolis di Gedebage merupakan salah satu hal yang ingin dicapai Ridwan Kamil. Secara fisik, Gedebage memiliki keadaan topografi yang relatif datar (0-2%) sehingga muka air tanahnya cukup tinggi. Hal itu menyebabkan banjir musiman yang cukup sering di daerah Gedebage dengan kondisi lingkungan saat ini. Jika akan dibangun Teknopolis Gedebage dengan luasan ruang hijau kurang dari 40%, menjadi hal yang wajar jika Dadan Ramdan juga mengangkat isu lingkungan ini. Namun hal itu dianggap bukan menjadi masalah besar oleh Ridwan Kamil dengan keberadaan dua danau buatan yang masing-masing seluas 30 hektar. Selain untuk mengendalikan banjir, danau itu nantinya dapat menjadi cadangan air minum.

Mungkin istilah agraris tidak lagi menjadi hal yang dipertahankan oleh pemerintah kota Bandung dengan adanya rencana pembangunan kota Teknopolis ini. Dari luas lahan 800 hektar yang disiapkan untuk menjadi kota industri teknologi itu, saat ini 500 hektarnya merupakan lahan sawah, kebun, dan tegalan. Hal itu berarti berkurangnya area resapan air seluas 500 hektar di Jawa Barat, berikut pasokan pangan dan penghijauan, digantikan dengan penghijauan dengan luas 40% dikurangi luas untuk fungsi perumahan. Namun di sisi lain, pembangunan ini membawa pengaruh positif terutama bagi kawasan Gedebage dari segi infrastruktur, yang membawa kemajuan dan perbaikan infrastruktur secara merata di kawasan Gedebage. Selain itu dapat memicu kemajuan ekonomi dan teknologi, sehingga menambah daya tarik Gedebage terutama bagi investor. Harapannya, Bandung Teknopolis dapat memicu diciptakan inovasi-inovasi di bidang teknologi oleh anak Indonesia, sekaligus memajukan perekonomian di Indonesia. Bagaimana pendapatmu?Megaproyek Bandung Teknopolis

,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *